Old Batavia – Atraksi seniman jalanan kerap kali bisa temui di sudut-sudut kota ketika ada keramaian atapun di tempat-tempat umum seperti taman dan bus kota. Atraksi seperti ini juga banyak bisa kita temui di Kota Tua Jakarta atau lebih sering disebut sebagai Old Batavia. Mengapa disebut kota tua atau old ? karena memang disana banyak bangunan-bangunan kuno peninggalan penjajahan Belanda yang masih berdiri kokoh, walaupun sudah banyak kerusakan disana sini.

Akhir bulan April 2016 lalu ketika saya berkesempatan untuk mengunjungi lagi kota tua ini, sudah banyak perubahan yang dilakukan, salah satunya adalah berubah nya salah satu gang yang dulunya hanya jalanan dengan suasana bangunan kuno di kiri dan kanan nya dan biasa dijadikan tempat muda mudi untuk foto-foto, sekarang berubah menjadi semacam food court permanen. Mungkin pengurus kota tua ini melihat peluang lain untuk mengembangkan lokasi yang sebenarnya menjadi cagar budaya Jakarta ini. Saya datang di akhir pekan, malam minggu pula. Suasana nya begitu ramai seperti pasar, dipenuhi pengunjung dan pedagang. Lebih banyak pedagang nya kalau saya lihat malahan 😀 Saya menjadi kurang nyaman, makanya segera saja ambil beberapa foto seniman jalanan yang sedang beraksi dan langsung ciauoo balik pulang.

Sparks attraction at roadside of Old Batavia, Jakarta #oldbatavia #jakarta #streetphotographySalah satu atraksi seniman jalanan yang paling menyita perhatian pengunjung adalah atraksi bunga api yang disemburkan dari mulut aktor nya. Waouuu… langsung saja jepret… eh ternyata bukan cuman saya yang tergoda untuk menjepret adegan ini, seorang fotografer bule juga asyik memotret di samping saya. Beruntung si bule orangnya supel dan mengajak ngobrol sebentar mengenai atraksi ini. Tidak lama kemudian terdengar suara cetar… ternyata bukan petir atau guntur yang sedang menyambar, tapi aktor tadi mengeluarkan pecut dan melakukan adegan-adegan berikutnya.

Atraksi pecut

Atraksi Seniman ini menjadi lebih meriah dan terbawa karena setiap adegan diiringi dengan gending tradisional yang merdu.

atraksi seniman jalanan
Musik tradisional pengiring atraksi seniman jalanan

Atraksi Seniman Jalanan di Malam Hari

Di malam hari, suasana menjadi semakin ramai dengan pengunjung yang makin banyak juga. Tiba-tiba ada beberapa orang menggelar alas dan perlengkapan music nya untuk segera menyulap halaman museum fatahillah menjadi pentas seni dadakan. Ada yang menggeber band nya sambil menyanyikan lagu-lagu populer, ada juga yang menjual gorengan dengan rombongnya, dan ada juga yang berdandan seperti pocong yang cukup menyeramkan 😀

Yang unik dari pocong nya, mereka berdandan seperti itu dengan harapan ada yang mengajak berfoto dan membayar jasa mereka untuk foto itu. Memang sudah tidak asing lagi si, karena beberapa waktu sebelumnya di Malioboro Jogja dan di jalan Braga Bandung juga ada yang melakukan hal yang sama.

Seniman jalanan kota tua Jakarta

Waspada Copet

Dan bukan rahasia lagi, dimanapun ada keramaian pasti ada yang memanfaatkan kesempatan kelengahan pengunjung yang sedang berdesak-desakan. Kalau memanfaatkan untuk berdagang dan menjual jasa nya si tidak apa2, ini memanfaatkan untuk melakukan tindak kriminal dan pencurian. Pada kunjungan terakhir kesini, saya sendiri kehilangan smartphone saya ketika lengah sebentar saja ketika menggendong anak, hanya dalam hitungan detik resleting tas saya terbuka dan ketika dicek, smartphone saya sudah raib 🙁

Bagi rekan-rekan pergipergi.id yang tertarik atau sudah berencana ketempat ini bisa lebih berhati-hati dan tetap waspada ^__^b

So far, banyak perkembangan dan perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah Jakarta  untuk bangunan-bangunan bersejarah di kota tua ini. Semoga kunjungan berikutnya sudah ada hal baru yang bisa dipotret hehehe…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here