Buku Why “A” students work for “C” students and “B” students work for government

Pentingnya pelajaran keuangan sejak dini

0
143
Robert Kiyosaki
Why Student A Work for Student C and student B work for government

Buku Why “A” students work for “C” students and “B” students work for government ini ditulis oleh Robert Kiyosaki yang sebelumnya sudah menerbitkan beberapa buku best seller lainnya seperti Rich Dad Poor Dad. Ada buku lain yang related dengan buku ini adalah CASHFLOW, dimana pelajaran keuangan untuk anak bisa diberikan sambil bermain monopoli. Tentunya CASHFLOW 101 dan CASHFLOW 202 memberikan sedikit perbedaan dibandingkan dengan permainan monopoli yang biasanya.

Sering kita dengar atau tidak hanya dengar tapi juga terjadi dalam kehidupan ini adalah anak-anak yang dulunya sangat berprestasi dan pintar disekolah (“A” Students) tidak meraih kesuksesan secara maksimal di kehidupannya. Di lain phial, ada anak yang dulu waktu disekolah prestasinya biasa-biasa atau bahkan sangat buruk (“C” Students) justru bisa meraih prestasi dan kesuksean di kehidupannya, banyak yang mempunyai usaha sendiri yang besar dan menjadi investor . Mengapa demikian? Buku ini menjelaskan bagaimana “C“ Students bisa melakukannya.

Pola pendidikan yang ada didunia sekarang ini seolah mencetak pekerja-pekerja saja. Sehingga ada anggapan bahwa mendapatkan nilai bagus disekolah akan otomatis sukses di kehidupannya. Apa yang dilakukan oleh “C” Student sehingga bisa seperti dijelaskan diatas? karena “C” Students mempelajari dan menerapkan apa yang tidak dipelajari dan diterapkan oleh “A” students.

Apa yang dipelajari “C” Students?

“C” Students mempelajari ilmu keuangan dan langsung menerapkannya dalam kehidupan sehari-harinya mempersiapkan memasuki kehidupan sebenarnya. Sementara “A” Student terpaku kepada prestasi dan ilmu-ilmu yang diajarkan disekolah saja.

Permainan Monopoli

Buku ini menjelaskan bagaimana permainan monopoli bisa mengajarkan bagaimana mengatur keuangan anak secara langsung dan tidak langsung. Dengan permainan ini kita diajarkan bagiamana mengelola keuangan yang baik dan bagaimana menjadi kaya lebih cepat dengan pengelolaan bisnis, properti dan utang.

Cash Flow Quadrant
Cash Flow Quadrant

Dari permainan ini lah bisa dipelajari CASHFLOW QUADRANT yang terdiri dari Employee, Self-Employed, Business Owner dan Investor. Dan bagaimana semakin kaya seseorang akan semakin sedikit membayar pajak. Sedikit membayar pajak disini bukan berarti “ngemplang” atau menolak membayar pajak, namun ada jenis instrument bisnis yang tidak dikenakan pajak atau mendapatkan keringanan pajak. Hal-hal seperti inilah yang tidak dipelajari oleh “A” Students.

Sudut padang yang dibangun oleh sistem pendidikan sekarang ini adalah hanya melibatkan dua sisi saja (seperti sisi mata uang). Dan tidak melibatkan sisi yang lain, sisi ketiga yaitu sisi tepi. Sisi tepi ini bisa memberikan cara padang yang berbeda dalam menyikapi sesuati. Tidak hanya benar atau salah. Tiga sudut pandang ini dalam buku disebut sebagai Sudut Pandang Mata Uang.

Apa yang harus dilakukan?

Bagi kita orang tua tentunya menyiapkan dan mengajarkan keuangan kepada anak sejak dini adalah pilihan yang tepat. Sehingga tidak hanya mengandalkan dan menyandarkan hidupnya tunjangan dari pemerintah. Dimana di Amerika, tunjangan social security nya lumayan besar, sehingga pengangguran yang tidak ngapa-ngapain saja setiap bulan digaji dan bisa hidup layak. Sehingga tumbuhlah yang disebut sebagai “mentalitas berhak”. Karena merasa berhak mendapatkan tunjungan dari pemerintah tersebut sehingga merasa puas dengan kondisi yang ada.

Social Security:

1. Keluarga

2. Harta

3. Tubuh

4. Kesehatan

5. Sumber daya

6. Moralitas

7. Pekerjaan

Macam-macam penghasilan:

1. Penghasilan biasa

2. Penghasilan portfolio

3. Penghasilan Pasif

Dalam permainan monopoly CASHFLOW 101, 202 kita akan mengetahui apa itu penghasilan biasa, portfolio dan penghasilan pasif. Dimana orang yang mengejar penghasilan biasa dan portfolio akan berada di Jalur Balap Tikus dan orang berpenghasilan pasif berada di Jalur Cepat.

Penghasilan apa yang masuk jalur balap tikus?

1. Pekerja

2. Saham

3. Reksadana

4. Obligasi

Mengapa dinamakan jalur tikus? masih ingat tikus percobaan yang disuruh berlari di dalam putaran roda? Itu cukup menggambarkan bagaimana bagaiman jalur ini bekerja. Semakin tinggi penghasilan yang bermain dijalur ini akan tetap ditempat yang sama. Karena Semakin tinggi gaji pekerja akan semakin tinggi juga nilai potongan pajak yang harus dibayarkan. Sehingga membenani pekerja dan pekerja akan terus bekerja leras untuk memenuhi kehidupannya.

Trus investasi seperti saham, reksadana dan obligasi kok masih masuk jalur tikus? iya, menurut buku dijelaskan bahwa pemerintah tidak memberikan insentif pajak pada instrument invests ini. Sehingga potongan pajaknya juga masih besar. Semakin tinggi nilai investasinya, maka akan semakin besar potongan pajaknya juga.

Lalu bagaimana dengan Jalur Cepat? Jalur cepat bisa ditempuh dengan cara Limited Partnership dan atau Private Place Memorandum.

Loh bukannya bisnis yang dijalankan oleh partner juga kena pajak? iya, tapi investor dari bisnis tersebut biasanya tidak kena pajak atau mendapatkan keringanan pajak dari pemerintah.

Pajak?

Dari tadi kita membahas pajak, pajak dan pajak. Lalu mengapa pajak? Di Pajak ada dikelompokkan sebagai pembayar panjak tertinggi, yaitu:

1. Pekerja

2. Tabungan

3. Dana pensiun

4. Hanya punya 1 rumah

Apa yang mendapatkan insentif pajak dari pemerintah?:

1. Big Bisnis

2. Property

3. Utang

4. Saham (tidak terlaulu banyak insentif dan beresiko tinggi)

5. Komoditas (contoh: invests di perusahaan, bukan membeli saham perusahaan minyak melalui bursa saham)

Dari sinilah bisa diketahui ada “lobang pajak” yang bisa kita manfaatkan. Lobang Pajak disini bukan mangkir membayar pajak, tapi fasilitas yang sudah disediakan untuk mengembangkan bisnis. Kita misalkan rumah, kalau kita membeli satu rumah untuk ditinggali, maka secara otomatis kita akan terkena pajak dan harus membayar hipotik atau PBB setiap bulannya. Padahal rumah ini tidak menghasilkan apa-apa bukan?

Akan sangat berbeda jika kita berinvestasi membeli beberapa rumah atau apartemen. Diaturan pajak, rumah atau apartemen yang digunakan untuk berbisnis tidak terkena pajak, hanya terkena pajak transaksi jual beli atau sewa nya saja. Bebas dari baiya hipotik bulanan. Dan tentunya dengan punya beberapa rumah yang disewakan ini akan memberikan pendapatan pasif.

Mengapa pemerintah memberikan insentif pajak untuk pengusaha rumah? karena semakin banyak rumah yang dibangun, maka akan semakin membantu pemerintah dalam menyediakan tempat tinggal bagi penduduk yang lainnya. Sehingga pemerintah memberikan insentif berupa subsidi atau potongan pajak. Secara logika saja, investor akan tertarik menanamkan bisnis dan modalnya jika ada insentif dari pemerintah. Atau sebaliknya, investor akan cabut ke negara lain.

Laporan Keuangan

Ujung dari pelajaran keuangan adalah agar bisa membuat laporan keuangan. Laporan keuangan sederhananya dibagi menjadi dua bagian besar:

1. Asset

2. Liability

Dimana asset adalah semua penghasilan yang masuk kantong dan liability adalah semua pengeluaran termasuk penghasilan yang digunakan untuk aktifitas pengeluaran.

Lalu bagaimana dengan utang? Utang dibagi menjadi utang baik dan utang buruk. Utang buruk digunakan untuk keperluan konsumtif dan liabilities. Sedangkan utang baik digunakan untuk menghasilkan asset dan menambah penghasilan.

Kok bisa begitu? karena utang tidak dikenakan pajak. Sehingga utang bisa dijadikan sebagai alat untuk membeli asset dan yang bisa menambah penghasilan.

Menyiapkan anak

Para orang tua harus menyiapkan anaknya untuk menghadapi hal terburuk. Salah satunya adalah situasi ekonomi Gorilla yang sudah terjadi. Situasi Gorilla ini menggambarkan kondisi pajak yang semakin tinggi, utang nasional yang semakin cepat dan terjadinya kondisi menua yang baru (kalau dulu orang berusia 30 tahun sudah merasa tua, sekarng atau nanti, orang berusia 70 tahun bisa jadi masih merasa muda, bisa karena kondisi kesehatan semakin baik sehingga masih merasa muda). Kondisi-kondisi diatas bisa menimbulkan Depresi baru di masyarakat.

Langkah permana adalah mengajarkan anak-anak ilmu keuangan dan pajak. Kapan mulai mengajarkan anak ilmu keuangan dan pajak? Jawabannya adalah segera setelah anak sudah membedakan matau uang Rp. 1000 dan Rp. 2000.

Jendela pembelajaran anak dibagi menjadi tiga:

1. usia 0-12 tahun —> pembelajaran Quantum
2. usia 12-24 tahun —> pembelajaran pemberontak
3. usia 24-36 tahun —> pembelajaran profesional

Memilih Quadrant

Diatas disebutkan ada empty quadrant, yaitu Employee, Self-employed, Big Business dan Investor. Arahkan anak untuk memilih quadrant disebelah kanan untuk bisa menjadi “C” Students.

Keuntungan Tak Adil Pendidikan Keuangan

Dengan pendidikan keuangan yang benar, kita akan mendapatkan keuntungan dari implementasi pendidikan keuangan kita. Apa saja?:

1. Mengubah uang dan kehidupan
2. Melindungi asset
3. Paham jalan berbeda menjuí kekayaan
4. Pajak rendah
5. Menggunakan hukum kompensasi
6. Mengubah yang kaya untuk makin kaya
7. Memperbesar kemampuan
8. Murah hati
9. Pensiun dini
10. Kecerdasan Emosional

Demikian rangkuman yang bisa saya sajikan kali ini dari buku Why “A” students work for “C” students and “B” students work for government. Jika kawan-kawan ada tambahan atau koreksi bisa disampaikan pada kolom komentar dibawah.

Berikut ini mindmap yang saya buat untuk memudahkan dalam membaca buku Why “A” students work for “C” students and “B” students work for government.

Rangkuman buku Why A Students work for C Students
Rangkuman buku Why A Students work for C Students

Mau baca lebih banyak rangkuman buku-buku lainnya? silahkan mampir ke www.bukubuku.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here