Killing time di Pantai Kute Lombok

lama menunggu transit pesawat di lombok? ke pantai kute saja

2
464

Pantai kute di Bali mungkin namanya sudah sangat mendunia dan menjadi jujugan pariwisata internasional ketika ke Indonesia. Ternyata di Lombok juga ada Pantai Kute lo… Pantai Kute Lombok ini tidak kalah cantiknya dibandingkan dengan saudaranya di Bali. Keindahan dan keaslian pantai nya yang belum banyak disentuh oleh manusia menjadi daya tarik tersendiri bagi pantai ini.

turis di pantai kute lombok
Pasangan Turis bersantai di Pantai Kute Lombok

Pemindahan Bandara baru di Lombok, Lombok Praya, dari Mataram ke lombok tengah membuat wisata di lombok serasa lebih mudah, apalagi bagi yang tidak mempunyai banyak waktu di lombok, atau bahkan ke lombok hanya untuk transit penerbangan dari sumbawa mau ke Bali, Surabaya atau ke Jakarta.

Bandara ke Pantai Kute Lombok

Jadwal penerbangan dari sumbawa ke lombok pada waktu itu hanya dibuka satu kali saja per hari nya, jadi kami tidak bisa memilih jadwal yang sesuai sehingga tidak terlalu lama menunggu di Bandara Lombok Praya untuk melanjutkan perjalanan ke Surabaya. Sumbawa – Lombok adanya penerbangan Pagi agak siangan, sedangkan tiket dari Lombok ke Surabaya sudah telanjut dipesankan sebelumnya pada pukul 15.00 WITA. Walhasil harus menunggu selama kurang lebih 3 jam untuk penerbangan lanjutanya.

Ketika turun dari pesawat di lombok praya, terlihat dengan jelas dibawah tangga turun, ada sebuah travel dan persewaan kendaraan. Langsung saja terlintas ide bagaimana kalau mampir sebentar ke obyek wisata terdekat. Untungnya penjaga persewaan mobil yang ada di bandara enak diajak ngomong dan memberikan beberapa rekomendasi wisata terdekat untuk bisa dikunjungi dalam waktu kurang lebih 3 jam sudah harus kembali ke bandara. Mbak travel nya menanyakan kepada kami, mau ke arah utara atau selatan mas? kalau ke utara ada gili2 tapi tidak bisa menikmati karena untuk kesana jalannya lumayan dan agak ramai, kalau mau ke selatan saja ke pantai kute dan kampung adat yang masih mengusung rumah-rumah adat dan kerajinan lombok. Sayangnya kami harus memilih salah satu, kami memilih ke kute dengan tanpa ke kampung adat 🙁 karena waktunya yang sangat mempet.

Setibanya di pantai kute, kami langsung disambut dengan hamparan pantai yang nampaknya sudah dikelola oleh beberapa pihak yang berbeda, walaupun masih sama-sama di pantai kute. Pak Driver merekomendasikan kepada kami untuk memilih pantai kute yang dibelakang hotel Novotel Lombok. Sebelum masuk ke pantai, sekilas terlihat bahwa pengelola hotel sangat mengerti arti lokalisasi bentuk hotel untuk menarik wisatawan lokal maupun asing. Bentuk hotelnya sangat unik dengan atap jerami seperti rumah trandisional lombok yang kami lewati sebelum masuk ke area pantai kute ini.

Sambutan dari anak-anak yang menjual kerajinan tangannya langsung kami terima ketika memasuki wilayan “pantai kute novotel” ini. “Kerjajinannya om… handricraft nya om… murah kok om…” kata mereka sambil mengikuti kami ketepian pantai.

anak penjual handicraft di pantai kute lombok
anak penjual handicraft di pantai kute lombok

Setelah selesai dengan anak-anak penjual oleh-oleh, mata kami langsung teralihkan oleh keindahan pantai kute… woww.. kata itu langsung terucap dari mulut… inilah Indonesiaku… tidak kalah dengan pantai-pantai diluar negeri. Ini baru kute, belum yang lain-lain di pulau lombok ini.

It’s wonderful destination, we will come back next year for sure

Oh… iya, bagi kawan-kawan yang ingin kesini jangan lupa membawa kamera untuk mengabadikan indahnya pantai dan tentunya untuk berfoto bersama sahabat dan selfie … 😀

tepi-pantai-kute-lombok-novotel
indah nya pantai kute, lombok

Pantai kute ini banyak didatangi oleh wisatawan luar negeri untuk menghabiskan waktu liburnya, bahkan kiper kenamaan asal Manchester United dan Timnas Spanyol, David Da Gea, juga sempat liburan disini akhir musim kompetisi tahun lalu selama sepekan penuh.

Pasirnya yang putih dengan pantai yang indah ini ternyata juga didatangi oleh kerang-kerangan dan binatang laut yang unik seperti bintang laut, badak laut dan kerang-kerangan. Warga sekitar banyak dimanfaatkannya untuk kerajinan tangan. Tak heran ketika kita ke pantai ini, akan ada beberapa orang yang sedang memungut kerang-kerangan dan beberapa batuan yang ada disana untuk dijadikan gelang atau kerajinan tangan lombok lainnya.

Tidak terasa sudah 1 jam, pak driver mendatangi kami untuk mengingatkan waktu sudah sangat mepet dan kami harus segera kembali ke bandara atau kalau tidak kami akan ketinggalan pesawat.

Gazebo tradisional pantai kute lombok
Gazebo tradisional pantai kute lombok

Dengan berat hati (karena terlalu singkat) kami pun capcus ke mobil dan kembali ke bandara. Untung saja abang sopir berbakat pembalap jadi kami tiba dibandara praya tepat waktu 😀

Sampai jumpa lagi Lombok, kalau ada waktu, tahun depan akan kembali lagi dengan tujuan lebih banyak tentunya ^__^b

Bagi yang belum pernah ke lombok atau yang berencana ke lombok, jangan lupa mampir ke pantai kute ini ya… boleh juga dipertimbangkan untuk menginap di novotel dan secara khusus menikmati keindahan pasir putih dan sunrise di pantai kute.

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here