Lensa 70-200mm, lensa ini menjadi andalan fotografer profesional. Kehandalan lensa 70-200mm dari segi kualitas image, performance dan kenyamanan dalam penggunaan menjadi alasan lensa ini banyak digunakan oleh fotografer. Canon, Nikon, Sigma dan Sony menasbihkan lensa dengan focal length ini menjadi lensa prime utama mereka. Ukuran 70-200mm mengacu pada format kamera 35mm atau full frame format. Sedangkan Fujifilm yang secara khusus hanya mengeluarkan kamera format APSC juga menyediakan lensa dengan focal length yang sama. Tentu saja ukuran focal nya menjadi berubah menjadi 50-140mm. Jika dikalikan dengan crop factornya (1.5 kali, 75-210mm), ukurannya hampir sama dengan 70-200mm.

Lensa 70-200
Lensa 70-200

Nikon mengeluarkan brand lensa AF-S Nikkor 70-200mm f2.8 VR. Dan AF-S Nikkor 70-200mm G f2.8 ED VR sebagai versi update nya. Canon punya Canon EF 70-200mm f/2.8 IS USM dan EF 70-200mm f/2.8 IS II USM sebagai updatenya. Canon juga mengeluarkan variasi aperture f/4 pada lensa 70-200mm nya. Sony punya varian FE 70-200mm f2.8 GM OSS. Seperti Canon, Sony juga punya varian 70-200mm f4.

Lensa 70-200mm, apa keunggulannya?

Dari semua merek lensa 70-200 mm, yang paling saya sukai adalah lensa milik Canon. Tapi secara umum lensa pada range ini mempunyai keunggulan yang hampir sama. Apa saja itu?

1. Warna

Warna lensa memang tidak mempengaruhi apapun ke hasil foto. Tapi sedikit banyak akan membawa dampak psikologi terhadap pengguna lensa. Lensa warna putih (milik Canon) akan lebih mencolok dan tidak menyerap panas. Jika menurut teori cahaya, warna hitam akan lebih banyak menyerap panas. Sehingga jika digunakan diruangan terbuka seperti memotret sport atau landscape dan event di siang hari akan lebih cepat panas. Tentunya jika sudah panas, akan mempengaruhi kinerja lensa. Beberapa anda mungkin tidak setuju dengan pendapat saya ini.

2. Hand Holdable

Panjang lensa 70-200 mm sangat pas tidak terlalu berat. Terutama sangat pas digenggaman tangan fotografer. Masih bisa di pegang langsung tanpa menggunakan tripot, sehingga sangat flexible.

3. Kualitas hasil foto

Lensa 70-200 mm di semua mereka dibuat sebagai lensa zoom premium. Bahkan mereka secara rutin melakukan upgrade di lensa ini. Misal Canon, awalnya mereka mengeluarkan lensa versi tanpa Image Stabilizer. Kemudian dengan banyaknya permintaan dan kemajuan teknologi, mereka mengeluarkan Canon EF 70-200mm f/2.8 IS USM dan upgrade menjadi EF 70-200mm f/2.8 IS II USM. Demikian juga Sony dan Nikon yang terus melakukan update pada lensa 70-200 nya. Pemain baru di era digital Fujifilm juga tidak mau kalah dengan Fujinon 50-140mm (crop factor 1.5).

4. Performance

Dengan kualitas bahan body dan aperture yang lebar, performance 70-200mm terbilang luar biasa. Lensa ini terbilang cepat dalam hal fokus, range fokus juga lumayan pendek. Artinya, jarak fokusnya tidak terlalu jauh sebagai lensa tele zoom. Kualitas hasil jepretan tidak diragukan lagi, sebanding dengan hargnya tentunya. Apalagi lensa range ini disematkan sebagai lensa bergelang merah di Canon. Gelang Merah artinya lensa seri L yang termasuk kelas yahuud nya Canon. Pengalaman menggunakan 70-200mm milik Canon sangat puas.

5. Focal Length yang sebaguna

Dengan Focal Length 70 hingga 200, lensa ini terbilang sebagai lensa serba guna. Untuk foto portrait atau modeling masih sangat memungkinkan. Foto landscape juga bisa menggunakan lensa range ini. Bahkan lensa ini menjadi lensa wajib fotografer landscape selain lensa sudut lebarnya. Yang tidak kalah menarik lagi adalah, lensa ini banyak digunakan oleh fotografer sport.

6. Tahan banting

Canon, Nikon, Sigma, Sony dan Fujifilm menyematkan fitur weather and water resistant. Sehingga fotografer tidak takut menggunakan lensa ini dalam kondisi cuaca apapun. Dengan body yang kuat, lensa ini menjadi tahan benturan. Tentunya bukan benturan yang disengaja atau dibanting.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here