Rangkuman buku Execution Matters, by Zulkifli Zaini

Strategi tak mengubah apa pun. Eksekusilah yang mengubah sesuatu.

2
200

“Rencana tidak mengubah apa-apa”. Paling tidak itulah kesimpulan besar yang didapatkan setelah membaca buku Execution Matters yang ditulis oleh Pak Zulkifli Zaini. Sebagus apapun rencana / strategi kalau tidak dieksekusi akan tetap menjadi rencana selamanya. Saya mendapatkan buku secara gratis ketika menghadiri agenda Rapat kerja tahunan BUMN Semen yang berkantor di Gresik. Maka saya merasa perlu untuk membuat sedikit rangkuman buku execution matters. Selain dapat buku gratis, waktu itu Pak Zulkifli sendiri yang memberikan bedah buku (kalau boleh disebut bedah buku).

Rangkuman buku Execution Matters

Strategi dan perencanaan yang solid mungkin hanya menyumbang 10% kepada keberhasilan kita. Sementara sisanya merupakan kontribusi dari eksekusi. Oleh karena itu bisa kita simpulkan bahwa eksekusi adalah segalanya. Dalam buku ini penulis menuangkan enam puluh (60) butir pemikiran yang masing-masing butir dibahas menjadi satu bab tersendiri. Bab-bab tersebut dibagi menjadi enam topik bahasan:

  1. Praktik Kepemimpinan
  2. Mengelola Human Capital
  3. Membangun Budaya
  4. Strategi untuk menang
  5. Disiplin eksekusi, dan
  6. Sukses berkesinambungan
rangkuman buku execution matters - praktik kepemimpinan
Leadership (image by: businessnewsdaily.com)

Praktik Kepemimpinan

Ada 12 butir pemikiran yang dituangkan dalam topik Praktik Kepemimpinan ini. Tidak akan kita bahas keseluruhan, yang paling menarik perhatian dan selama ini banyak pemimpin yang terjebak melakukannya. Adalah Pemimpin tidak boleh memiliki benturan kepentingan (conflict of interest). Dengan tidak adanya kepentingan, seorang leader bisa dengan leluasa    membuat keputusan dengan objective.

Seorang pemimpin merupakan panutan dari semua tim yang ada dibawah nya. Kemampuan untuk influence dan menyampaikan pesan secara simple dan mudah dipahami sangat dibutuhkan. Sehingga tidak ada salah persepsi dan bias pada waktu eksekusi. Pemimpin yang baik akan membawa organisasinya tetap berjalan walaupun pemimpin sedang tidak berada ditempat (remote influence).

Tantangan seorang pemimpin terutama pemimpin puncak ketika pertama kali resmi dilantik adalah 90 hari pertama. Apa yang harus dilakukan pada 90 hari pertama? Review strategi dan rencana kerja. Dan langsung dilanjut dengan komunikasi, komunikasi dan komunikasi. Dan sekali lagi sebagai kunci adalah eksekusi.

Mengelola Human Capital (image by: expertbusinessadvice.com)

Mengelola Human Capital

Yang paling pertama harus dilakukan mengenai pengelolaan Human Capital adalah bagaimana mengelola human capital from hire to retire. Mengatur jumlah pegawai, pengembangan organisasi, employee relation dan bagaimana mengelola talent dan suksesinya. Learning & development sangat berperang penting untuk meningkatkan kemampuan pegawai. Untuk mengukur kompetensi dan performance dari pegawai bisa diterapkan Performance management & reward.

Recruitment pagawai baru kadang menjadi issue tersendiri, oleh karena itu pastikan tidak salah pilih orang. Karena ketika salah pilih orang, kita akan sengsara selama 30 tahun (sampai pegawai tersebut pensiun, c:/ di Bank Mandiri).

Organisasi dan Human Capital yang dibutuhkan di era sekarang adalah Human Capital yang agile. Cepat menghadapi perubahan selalu melakukan learn and grow sebagai basic dan selalu merencanakan detail berdasarkan pencapaian kinerja finansial perusahaan.

Terakhir dipembahasan Human Capital adalah selalu bekerja melebihi harapan. Berikan hasil yang melebihi ekspektasi atasan/bawahan ataupun pelanggan.

Budaya perusahaan (image by: watercoolernewsletter.com)

Membangun Budaya

Strategi untuk Menang

Disiplin Eksekusi

Sukses Berkesinambungan

s

Mindmap dari rangkuman buku Execution Matters ini bisa diunduh disini. Baca juga rangkuman buku yang lainnya di bukubuku.id

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here