Resign dan menjadi entrepreneurs? 7 konsekuensi ini akan kamu hadapi ๐Ÿ‘๐Ÿผ

0

7 HAL YANG BERUBAH KETIKA KELUAR DARI KERJA KANTORAN MENJADI SEORANG PENGUSAHA / ENTREPRENEURS

Menjadi entrepreneurs atau seorang pengusaha adalah sebuah pilihan jalan hidup, berkarir dan mencari nafkah. Pilihan ini akan mempengaruhi perjalanan hidup, cara pandang dan ketebalan dompet seseorang. Jika seseorang menjalani profesi entrepreneurs sejak awal karirnya, everythings gonna be alright. Dengan segala konsekuensi yang telah dijalani dan dimengeri sejak awal. Jika kita mau memulai masuk ke dunia roller coaster bernama entrepreneurship dari seorang pekerja kantoran, banyak hal akan berubah pada diri anda.

Terinspirasi kisah dari seorang teman yang berhasil menjalani metamorfosanya dari seorang pekerja kantoran di perusahaan multinasional menjadi seorang pengusaha. Tentunya tidak mudah, terutama pada awal-awal tahun menjadi seorang entrepreneurs.

Berikut ini 7 perubahan besar yang akan kamu alami ketika keluar dari pekerjaan kantoran menjadi sorang pengusaha / Entrepreneurs.

1. PENDAPATAN MENJADI TAK MENENTU

Terbiasa menerima gaji secara rutin tiap bulannya, spending untuk keperluan bulanan dan lain sebagainya dan kemudian pada akhir bulan rekening akan terisi kembali karena menerima gaji. Mungkin seperti itu ilustrasi ketika menjadi karyawan kantoran. Hal ini akan berubah 180 derajat. Karena besaran pendapatan dan isi dompet sangat berpengaruh dengan kinerja usaha rintisan yang dibuat.

Ada kalanya ketika project goal dengan nilai fantastis, ada kalanya tidak ada project apapun yang masuk untuk dikerjakan. Oleh karena itu, Brand awareness perusahaan harus dibangun agar mendapat kepercayaan dari calon pelanggan. Jika tidak begitu, uang tidak akan mengucur mengisi dompet pengusaha rintisan.

2. KEKURANGAN ORANG DALAM TIM

Bekerja dalam perusahaan, apalagi perusahaan multinasional, kamu pasti bekerja dalam tim. Berdiskusi banyak ide cemerlang bersama tim, dan mungkin juga punya anggota tim yang siap mengeksekusi instruksi kamu. Fokus pada tupoksi tertentu, karena ada fungsi lain dalam perusahaan.

Dengan menjadi entrepreneurs? Bersiaplah untuk menjadi one man show.

3. HARUS TERBIASA BERPERAN DALAM BANYAK FUNGSI

Didalam perusahaan / korporasi besar biasanya ada personel khusus yang menangani pekerjaan tertentu. Misal akan ada tim marketing yang menangani pekerjaan marketing, tim produksi untuk menangani pekerjaan produksi. Jika menjadi entrepreneurs, terutama early stages entrepreneurs. Kamu harus bisa menangani semuanya sendirian. Ada kalanya bertindak sebagai CEO, ketika berjualan anda akan berperan sebagai seorang marketer. Ketika menerima pekerjaan konsultansi, anda pun harus siap menjadi seorang konsultan yang langsung terjun dilapangan.

4. BIASAKAN DIRI MENYIKAPI PENOLAKAN DENGAN BAIK

Bargaining ketika melakukan pembelian dan penjualan dengan background embel-embel perusahaan besar, apalagi multinasional akan menjadi lebih mudah. Misal, ketika melakukan proses pembelian, anda akan langsung banyak mendapatkan penawaran dari vendor penyedia barang yang anda inginkan. Bahkan anda bisa menolak dengan mudah vendor-vendor tersebut.

Ketika menjadi seorang pengusaha / entrepreneurs, semua jadi berbalik. Posisi anda menjadi seorang yang menawarkan barang kepada perusahaan. Jadi siap-siaplah untuk bisa menyikapi penolakan dari calon customer. Call kita tidak diangkat dan sebagainya.

Tapi penolakan ini harus disikapi dengan baik dengan membangun relationship yang bagus. Karena penolakan ini akan bisa berubah suatu saat karena relation atau pas ada kebutuhan yang sesuai dengan yang kita tawarkan. Dengan hubungan baik, pastinya kemungkinan dipanggil dan mendapatkan PO lebih besar.

5. KAMU AKAN MENDAPATKAN REQUEST YANG TIDAK MASUK AKAL DAN TIDAK BERALASAN

Dalam sebuah project atau bahkan ketika masih penawaran awal, akan ada request-request yang kadang tidak masuk akal. Seperti kita diminta memnberikan konsultansi secara gratis. Atah bahkan diminta mengerjakan diluar dari kesepakatan yang ada dengan deadline yang ketat.

Tinggal bagaimana kita bisa menyikapi request ini. Kalau saya pribadi akan menolak memberikan konsultansi gratis untuk menjaga profesionalisme. Dan menjaga agar brand / perusahaan tidak dianggap sebelah mata. Kecuali memang untuk tujuan charity.

6. KAMU AKAN KEHILANGAN REKAN UNTUK MENDISKUSIKAN IDE

Terbiasa mendiskusikan ide-ide dan inovasi dengan partner dan Bos? Siap-siap kamu harus membuat berbagai macam inovasi dan keputusan, by your self.

7. KAMU AKAN BELAJAR LEBIH DARI APA YANG KAMU BAYANGKAN

Terlepas dari tantangan dan hambatan yang ada, yang sepertinya tidak ada akhirnya. Tahun-tahun awal menjadi seorang entrepreneurs memberikan pengalaman dan pengetahuan yang luar biasa banyak. Semakin dalam terlibat dalam kolam entrepreneurs, semakin confidence pula dalam menjalani usaha. Semakin banyak permasalahan dan hambatan yagn dihadapi, semakin banyak pembelajaran yang didapatkan. Tentunya, sebuah pembelajaran yang kadang tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here