Review Fujifilm X-T2. Tahun 2016 menjadi ajang Fujifilm melakukan update besar-besaran pada lini product nya. Beberapa waktu yang lalu, fujifilm sudah meluncurkan Fujifilm X-Pro2 yang dinanti-nantikan sebagai update dari Fujifilm X-pro1. Kali ini fujifilm sudah meluncurkan produk update dari Fujifilm X-T1, yaitu Fujifilm X-T2. Meskipun sudah diluncurkan pada bulan Juli 2016 lalu, Fujifilm X-T2 baru di jual secara global pada September 2016.

Mengusung sensor X-Trans III tipe CMOS X-Processor Pro2 yang sama dengan yang disematkan di fujifilm X-Pro2. Memberikan jaminan kualitas gambar yang dihasilkan. Fuji masih konsisten tetap di jalur APSC. Tapi kali ini fuji menaikkan 16 Mp di fujifilm X-T1 menjadi 24Mp di Fujifilm X-T2. Promo nya si kualitas nya bisa menyamai kamera fullframe sekaligus. Dengan mode brust ditambah dengan battrey grip, fujifilm x-t2 bisa menghasilkan 11fps. Sama seperti yang dihasilkan oleh Nikon D5 dan Canon 1Dx mkII. Lalu kalau sudah seperti ini, masih butuh beli fullframe? mari simak review fujifilm x-t2 berikut ini.

Review fujifilm x-t2
Body Fujifilm X-T2

Review Fujifilm X-T2 – Key Features:

  • 24MP X-Trans CMOS III sensor
  • 325 AF points (169 of which offer phase detection)
  • AF point selection joystick
  • 0,77x, 2.36M-dot OLED EVF with 0.005 sec refresh time (60 fps or 100 fps in boost mode)
  • 3″ 1.04M-dot articulating LCD
  • 4K UHD video at up to 30 fps for up to 10 min (30 min with booster grip)
  • F-Log flat profile and 4K out over HDMI
  • 8 fps continuous shooting with AF (11 fps with booster grip)
  • 5 fps continuous shooting with live view updates between capture
  • Dual SD card slots (UHS-II compatible)
  • USB 3.0 socket
  • 1/8000th Shutter, 1/250th Flash Sync
  • New Control (8 way focus lever, lock & release dial, new graphical interface)
Fujifilm x-t2 design
Fujifilm x-t2 design

Body dan Handling

Tampak dari luar, fujifilm melakukan beberapa pengembangan pada body dan handling jika dibandingkan dengan X-T1. Ada 10 perubahan handling dan yang paling significant kalau menurut saya adalah perubahan pola dial (putar) ISO dan Shuutter Speed. Untuk memutar Dial ISO di Fujifilm X-T1, kita harus menekan tombol lock kemudian diputar dial nya. Dan langsung putar dial untuk mengubah Shutter Speed, kecuali dari posisi Auto, kita harus memperlakukan seperti memutar ISO. Fuji memberikan kemudahan lebih dengan memberikan fungsi Dial Lock & Release. Dial ISO dan Shutter Speeed diberikan tombol untuk mengunci agar tidak berubah ketika tidak sengaja tersentuh. Dan tinggal di tekan / release saja ketika ingin merubah posisi ISO / SS.

Perubahan lain yang juga sangat kelihatan adalah tiltable LCD. Kalau sebelumnya hanya tilt dua arah keatas dan kebawah. Sekarang fuji menjadikannya tiga arah dengan menambahkan tilt kearah portrait. Pemilihan fokus sekarang menjadi lebih mudah dengan adanya joystick. Selain itu, x-t2 nampak sedikit lebih besar dari pendahuluhnya karena mempunyai grip yang lebih besar. Grip yang lebih besar membuat pegangan lebih enak dan pas di tangan.

Body X-T1 vs X-T2
Body X-T1 vs X-T2

AF CUSTOMIZATION

Salah satu perubahan besar yang dilakukan di Fujifilm X-T2 adalah penambahan tiga parameter fokus. Tiga parameter tersebut digunakan secara kombinasi untuk optimasi object tracking. Parameter tersebut adalah:

  1. Tracking sensitivity
  2. Speed Tracking Sensitivity
  3. Zone Area Switching
review fujifilm x-t2
AF Customization

Dengan adana fasilitas AF Customer setting ini memudahkan fotografer dalam melakukan object tracking. Apalagi didukung dengan kecepatan fokus dari fujifilm X-T2. Lebih keren lagi kalau ditambah battrey grip untuk mendapatkan performa lebih dengan mode Boost.

Boost Mode

Fuji menambahkan mode camera Boost di fujifilm x-t2. Boost bisa mempercepat autofocus dari 0.08 detik menjadi 0.06 detik. Boost mode juga meningkatkan refresh rate pada Electronic Viewfinder dari 60fps menjadi 100fps. Perubahan ini juga mengurangi false color pada display.

Boost mode bekerja lebih maksimal dengan menggunakan battery grip. Benefit yang bisa didapatkan ketika menggunakan mode boost + battery Grip adalah:

  1. memperpendek interval antar jepretan,
  2. mereduksi shutter lag,
  3. mengurangi viewfiner blackout,
  4. dan yang paling significant adalah meningkatkan maximum shooting rate dari 8fps menjadi 11fps.

Berikut ini perbandingan standard mode dan Boost mode fujifilm X-T2:

Standard Mode Boost Mode
Camera body only
Autofocus minimum time 0.08 sec 0.06 sec
EVF Frame rate 60 fps 100 fps
Reduced false color in EVF No Yes
With ‘Power Booster Grip’ attached
Shooting interval 370 ms 190 ms
Release time-lag 50 ms 45 ms
Blackout time 130 ms 114 ms
Max Burst Rate 8 fps 11 fps

4k Video

Tambahan fasilitas lain yang diberikan oleh Fuji adalah 4K Video. Fuji juga mend-claim bahwa X-T2 adalah kamera mirrorrless pertama yang mempunyai fasilitas merekam video dalam kualitas 4K. Karena belum pernah membuktikan sendiri dan product x-t2 sendiri baru akan rilis secara global pada awal september 2016 nanti. Berikut ini contoh video dan review yang sudah dibuat oleh seorang x-photographer.

 

Berikut ini review fujifilm x-t2 menarik dari Maarten Heilbron:

Upgrade atau tidak?

Begitu banyak update yang dilakukan oleh fujifilm pada kamera x-series nya tabun 2016 ini. Dimulai dari seri X-Pro2 yang mendapat sambutan baik dari penggemarnya. Dilanjut dengan kualitas yang sama di seri X-T2 dengan model kamera Classic SLR. Dibalut dengan kemampuan merekam Video kualitas 4K. Menurut saya upgrade menjadi pilihan yang tepat. Tapi tunggu dulu! Seberapa pentingkah untuk upgrade? terutama bagi pengguna fujifilm X-T1 seperti saya.

Menurut saya, fujifilm X-T1 sudah lumayan mumpuni dalam kualitas foto dan autofocus speed. Sebagai travel dan street photography interset, untuk upgrade masih bisa menunggu celengan cukup penuh untuk dan ketika benar-benar butuh upgrade. X-T1 masih sangat relevan untuk bidang fotografi yang saya lakukan. Kecuali jika anda sport atau extreme photography interest, anda wajib mencoba menggunakan kamera ini. Rasakan kualitas Fullframe macam Canon 1Dx mkII dan  Nikon D5 dalam body ramping mirrorless fujifilm X-T2.

Mau upgrade atau tidak? semua kembali ke kebutuhan dan kantong kita masing-masing d^__^b. Temukan cerita para X-Photographer ketika diberikan kesempatan menggunakan pre-production version dari X-T2 di link iniSudah tidak sabar ingin mencoba test drive fujifilm X-T2.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here