No Comments

5 Perusahaan ini sukses dengan cara “Mencuri” ide bisnis perusahaan lain

Copy & Paste Strategy

Ketika masih belajar tentang bisnis di universitas, secara konstan saya mendapat informasi untuk sukses dalam bisnis harus menjadi yang pertama masuk ke pasar. Sehingga kami mempelajari keuntungan menjadi pemain yang pertama masuk pasar, menjadi beberapa langkah lebih cepat dari pada pesaing, dan kebutuhan untuk selalu datang dengan ide bisnis baru dan inovatif.

Hal serupa juga saya pelajari ketika bekerja sebagai executive disebuah perusahaan besar di negeri ini. Suatu hari saya meluangkan waktu beberapa jam untuk mencari ide bisnis baru. Tidak hanya memikirkan, saya sempat merealisasikan beberapa dari nya. Dari situ saya mendapatkan pelajaran berharga bahwa menjadi yang pertama tidak selalu selalu akan menjadi yang terbaik.

Terkadang kita harus wait and see melihat apa yang sedang terjadi di pasar dan menduplikasinya di region lain, mencari cara untuk meningkatkan kualitas produk dan jasa, dan beberapa extreme case – copy saja bisnis orang dan implementasikan. Amati Tiru dan Modifikasi (ATM), atau bahkan Amati, Tiru Plek (ATP) alias Copy & Paste ide orang lain dan implementasikan secara persis.  Tapi cara ini banyak juga mengalami hambatan ketika pemilik bisnis aslinya menuntut hak paten, seperti yang dilakukan oleh Steve Jobs terhadap para pesaingnya yang mengkopi produk-produknya.

Dari situ saya mendapatkan pelajaran berharga bahwa untuk membuat bisnis yang sukses tidak harus jadi yang pertama.

Kali ini saya tidak akan fokus pada pro cons melakukan copy & paste startegi ini. Namun saya ingin menceritakan ada beberapa bisnis yang justru sukses ketika melakukan jurus bisnis ini. Siapa saja mereka? berikut 5 perusahaan terkenal yang melakukan startegy copy & paste:

1. Instagram dan Snapchat

Kembali ke 2013 ketika Mark Zuckerberg ditolak oleh Snapchat ketika dia memberikan penawaran pembelian atas startup yang sedang naik daun tersebut. Dan akhirnya seperti yang kita ketahui Facebook membeli Instagram yang juga sedang naik daun.

Berjalan beberapa tahun Instagram memang menguasai pasar, tapi sekitar tahun 2015 peta social media bergeser ke Snapchat yang terkenal dengan stories nya. Instagram kelihangan pengguna karena beralih ke Snapchat yang terkenal dengan fitur storiesnya itu, tidak hanya itu snapchat memberikan kemudahan kepada user untuk membuat stories dan bisa dengan mudah memberikan efek dan filter menarik disetiap foto dan video yang diunggah. Bagusnya setelah beberapa periode kehebohan fitur stories ini memudar dan snapchat pun turun pamor.

Pada tahun 2016, CEO Instagram waktu itu Kevin Systrom meluncurkan fitur baru instagram, INSTAGRAM STORIES. Dengan cara ini, delapan bulan kemudian user aktif instagram berhasil melampaui Snapchat.

Cara yang bisa disebut sangat brutal ini berhasil menyingirkan pesaing utama instagram hingga nilai saham snapchat pun anjlok drastis dibursa saham. Bagaimana tidak, Kevin Systrom mencopy fitur story snapchat bahkan namanya juga dibuat sama persis. Sampai-sampai Kevin Systrom dijuluki “The Theft” atau sipencuri.

2. Xerox dan Apple

Graphical User Interface (GUI) dari produk Apple saat ini tidak bisa dipungkiri menjadi salah satu yang terbaik. Ternyata hal itu tidak langsung diciptakan sendiri oleh apple, bukan mereka yang pertama membuatnya. Ada peran Xerox disitu. Bagaimana bisa?

Kembali ke tahun 1979 ketika Apple akan melakukan IPO, Xerox mengundang Steve Jobs dan beberapa Engineers nya untuk melihat fasilitas produksi dan penelitiannya. Dari sini kita tahu kesalahan yang dibuat oleh Xerox ketika Jobs dan Enginers nya melihat GUI yang sedang dikembangkan oleh Xerox. Beberapa tahun setelah itu tim Apple berhasil secara efektif mereplicate dan menerapkannya pada produk terbarunya waktu itu, Apple Macintosh dan Lisa Computer.

Xerox sempat melakukan tuntutan kepada Apple dan mengclaim sebesar 150 juta Dollar karena telah mencopy copyright nya di macintosh dan lisa computer. Case ini pada akhirnya diberhentikan dan menjadi bagian dari sejarah xerox dan apple. Dan sekarang seperti kita ketahui Apple telah menjual jutaan computer dan Xerox menghilang dari pasar PC.

3. Alando dan eBay

Salah satu melakukan jurus Amati Tiru Plek (ATP) yaitu melakukan copy bisnis dari existing company yangs sedang mengalami pertumbuhan pesat.

Hal ini dilakukan oleh pendiri Alando, Samwer Brother (Alexander, Oliver, dan Marc). Ketika mereka tinggal di San Francisco, mereka melihat teman-teman kuliahnya menggunakan eBay. Mereka melihat peluang bisnis seperti eBay bisa dibuat di negaranya, German. Mereka mengirim email ke eBay menanyakan apakah mereka bisa membuka eBay di German.

Waktu berlalu, email mereka tidak ditanggapi oleh eBay, Marc dan saudaranya memutuskan untuk membuat web sendiri yagn sama persis dengan eBay. Februari 1999 mereka meluncurkan Alando, yang bisa disebut sebagai eBay berbahasa German.

Menariknya, tiga bulan kemudian, eBay membeli Alando dengan harga 43 Juta dollar yang membuat keuntungan yang sangat cepat untuk Samwer bersaudara. Coba kalau dulu email nya ditanggapi oleh eBay, mungkin jadinya mereka yang akan bayar kepada eBay untuk biaya Franchise.

4. Southwest dan Pacific Southwest

Dari nama kedua Airline ini sangat mirip sekali, memang benar mirip karena Southwest Airlina (SWA) melakukan copy secara penuh bisnis dari Pacific Southwest Airline (PSA).

Tidak hanya nama mereka yang sama, mereka clone semua sampai dengan detil-detail seperti flight manuals yang dicopy persis sampai kata perkatanya dari PSA.

CEO SWA tidak menutup-nutupi bahwa mereka memang melakukan full clone terhadap Bisnis Model PSA.

“Southwest Airline copied PSA so completely that you could almost call it a photocopy.” Southwest President, Lamar Muse.

Pada waktu itu ada larangan terbang maskapai ke regional SWA, sehingga mereka tidak menganggapnya sebagai pesaing.

Beberapa keputusan bisnis yang buruk dan ketidakberuntungan ketika terjadi kecelakaan pesawat membuat PSA mengalami penurunan bisnis dan akhirnya tutup di tahun 1988. Sementara itu, photocopyan dari PSA, yaitu SWA sekarang sangat sukses di industri airline.

5. CityDeal dan Groupon

Kembali kepada Samwer Brothers lagi, ternyata mereka tidak berhenti setelah menjual Alando ke eBay. Mereka melakukan bisnis dengan cara mencopy bisnis perusahaan lain, “Clone Factory”.

Salah satunya mereka copy bisnis nya Groupon, dan menamainya CityDeal. Investment incubator dari Groupon memasukkan investasi ke CityDeal. Kali ini prosesnya tidak secepat sebelumnya, start di desember 2009, deal baru bisa dicapai di Mei 2010 dengan nilai 170 Juta Dollar.

Samwers membuat beberapa copy lainnya seperti BillPay (PayPal), eDarling (eHarmony), StudiVZ (Facebook), dan Pinspire (Pinterest)

 

Pelajaran yang didapat

Tidak selamanya perusahaan yang sukses harus masuk ke market lebih dahulu dari pesaingnya. Berdasarkan sejarah, perusahaan seperti Google dan Facebook bukanlah yang pertama dipasarnya tapi mereka datang dengan melakukan inovasi terhadap existing product di market dan menjadi market leader.

Namun tidak hanya melakukan inovasi, seperti contoh 5 bisnis diatas, mereka terang-terangan mengkopi bisnis dan sukses. Yang lainnya (Alando, Southwes Airline dan CityDeal) meluncurkan bisnis yang serupa dengan market leader di regional lain yang belum dijangkau perusahaan yang dicopy. Dan satu lagi yang dilakukan instagram yaitu dengan menggunakan existing market snapchat dan meluncurkan fitur yang sama untuk menarik perhatian user baru. Dan satu lagi bisa seperti yang dilakukan oleh Apple, being quicker to exploit the product.

Jika kamu mengimplementasikan cara ATM /ATP diatas secara benar, secara legal hal ini menjadi kesempatan dan peluang untuk sukses.

You might also like
Tags: ,

More Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu