2 Comments

Akankah jam kantor akan berubah setelah pandemi convid-19 berakhir?

Sebelum pandemi convid-19 menyerang seluruh dunia, hampir semua perusahaan menerapkan jam kerja mulai dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore, atau lebih dikenal sebagai 9-5 workday. Selama masa pandemi, hampir semua perusahaan menerapkan Work From Home (WFH) terutama untuk yang bekerja di kantoran.

Sebagian karyawan merasa kesulitan bekerja dari rumah, sebagian besar lainnya sudah bisa menyesuaikan diri bekerja dirumah, membagi waktu dengan keluarga lebih lama. Anak-anak juga setiap hari bisa mendapatkan ayah/ibunya setiap hari karena mereka bekerja dirumah.

Hari ini, sudah lebih dari satu tahun lamanya, pandemi belum juga reda dan masih cenderung bertambah kasusnya. Semoga pandemi Covid-19 ini segera berakhir dan kita semua bisa beraktifitas normal kembali.

Dengan kondisi WFH seperti sekarang ini, perusahaan dan karyawannya sudah mulai bisa menyesuaikan diri dengan bekerja remote. Bahkan perusahaan dan karyawan bisa melakukan banyak penghematan mulai dari biaya perkantoran, listrik, mobilitas dan transportasi bisa ditekan biayanya. Hal ini memunculkan spekulasi apakah pola kerja seperti ini akan tetap berlanjut bahkan setelah pandemi covid-19 berakhir.

Hay Recruitment Agency melakukan research di UK meluncurkan  hasil penelitiannya mengenai akan kah employee akan kembali bekerja 9 to five workdays. Penelitian dilakukan terhadap 4200 pekerja dan pemberi kerja dari berbagai level, mulai dari entry/junior, intermediate, director/C-Suite dan management role ditanya apa ekspektasi mereka tentang kondisi kerja kedepannya.

Berikut summary dari report yang dikeluarkan oleh Hays:

  • 45% dari Director / C-Suite berpikir jam kerja tradisional 9 to five tidak akan kembali normal
  • 41% dari Baby Boomers berpikir jam kerja tradisional 9 to 5 tidak akan kembali normal
  • 31% dari semua orang yang di survey menjawab ragu-ragu, 35% menjawab 9 to 5 akan berakhir, dan 34% berpikir jam kerja akan kembali normal seperti semula
  • 70% of management akan beralih pekerjaan yang menawarkan bekerja secara remote
  • 64% Generation Y are most likely memilih pekerjaan yang menawarkan keleluasaan dalam bekerja / hybrid atau remote work
  • Lebih dari separuh dari keseluruhan yang di survey mengatakan mereka akan memilih pekerjaan yang menawarkan keleluasaan / hybrid atau bekerja secara remote

Baca full reportnya di link berikut: What Worker Want 2021

Wacana Hybrid Workday

Dalam dua bulan awal pandemi, ketika pemerintah dan perusahaan-perusahaan memutuskan karwayannya melakukan Work From Home (WFH), saya sempat berdiskusi dengan CEO tempat saya bekerja sebelumnya. Kami melihat adanya peluang menerapkan remote working bahkan setelah masa pandemi berakhir, tapi tidak penuh, 2 atau 3 hari tetap harus ke kantor dalam seminggu untuk berkoordinasi sesuai kebutuhan. Atau kami sebut itu dengan Hybrid Workdays, ke kantor jika dibutuhkan saja untuk berkoordinasi atau menyampaikan progress.

Dengan pandemi ini juga membuktikan bahwa pekerjaan masih bisa di handle walaupun karyawan tidak datang ke kantor setiap hari. Tentunya untuk karyawan yang sesuai dengan kriteria yang bisa melakukan remote working, sedangkan untuk karyawan yang berada di pabrik, tentu masih harus bekerja secara langsung di kantor.

Sampai-sampai ada salah satu kolega saya mengucapkan “bagaimana kalau kantor ini di jual saja, ini tidak ada  yang masuk kantor saja pekerjaan masih jalan”.

Perlu diakui bahwa dengan WFH seperti sekarang, orang-orang telah mendapatkan penghematan hingga jutaan rupiah setiap bulannya untuk biaya transportasi.

Keluarga bisa mendapat support full karena orang tua lebih banyak waktu dirumah.

Orang beruntung yang masih mendapatkan pekerjaannya di masa pandemi ini harus banyak bersyukur dan lebih banyak menghargai waktu mereka.

Namun, untuk mengimplementasikan hybrid workday memerlukan beberapa adjustment baik dari sisi karyawannya sendiri maupun dari perusahaan. Dengan hybrid workday berarti perusahaan tidak bisa mengontrol lagi jam kerja karyawannya, oleh karena itu baik perusahaan maupun karyawan harus bisa memaksimalkan perannya untuk meningkatkan produktifitas dalam bekerja, tidak hanya dilihat dari berapa jam dia bekerja. Kebijakan Human Capital juga harus menyesuaikan dengan kondisi tersebut.

Kelebihan bisa dekat dengan keluarga, terutama anak-anak juga bisa menjadi kendala tersendiri, disinilah tantangannya untuk bisa menjaga keseimbangan antara bekerja dengan aktifitas dirumah.

Nine to five workdays

Key Takeaways

  1. Dalam study nya, Hays menyatakan bahwa tantangan terbesar bagi pekerja dan pemberi kerja dalam melaksanakan remote working / WFH adalah kesepakatan / agreement yang mengatur remote working, hak dan kewajiban, deliverable, pola koordinasi dll.
  2. Orang yang mempunyai skill mumpuni dan berpengalaman bisa meminta untuk melakukan WFH
  3. Professional dari berbagai kelompok umur akan meninggalkan pekerjaannya dan beralih ke perusahaan yang menawarkan hybrid atau remote working (WFH)
  4. Setelah melalui kondisi pandemi seperti sekarang, orang lebih memprioritaskan tujuan hidup dan lebih bisa menghargai waktunya.
  5. Jika perusahaan ingin mendapatkan pegawai yang bertalenta, ber skill tinggi, muda dan professional, maka perusahaan harus bisa lebih fleksible dengan remote working
  6. Masa depan pekerjaan telah berkembang menjadi lebih fleksible dari sebelumnya.
You might also like
Tags:

More Similar Posts

2 Comments. Leave new

  • Dzikki Muhammad
    August 16, 2021 7:48 pm

    Push the productivity level, not on the working hours numbers solely.
    Reduce multiple bureaucracy level by creating less span of control organization.
    Keep your people sane, and not insane while juggling with all those mixed / messed up work x home activities.

    Disclaimer :
    Does not represent my organization point of view nor my professional capacities.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu